

Aveia Clinic
DERMATOLOGY
22 August 2021
Bagaimana Membedakan Tahi Lalat Yang Jinak Dan Ganas?
Hampir semua orang memiliki tahi lalat yang menempel pada bagian tubuhnya. Pada umumnya tahi lalat tidak akan membahayakan kesehatan namun ada juga tahi lalat yang memiliki kemungkinan untuk berubah menjadi bahaya, yaitu menjadi kanker kulit yang serius yang bisa menyebar dengan mudah.
Tahi lalat jinak disebut nevus pigmentosus. Warnanya gelap dan menetap. Ukurannya stabil. Tidak berubah. Namun ada yang berubah menjadi ganas. Tahi lalat ganas adalah melanoma maligna. Ini kanker kulit paling serius. Bisa menyebar cepat ke organ lain.
American Academy of Dermatology melaporkan paparan sinar matahari berlebihan tingkatkan risiko melanoma hingga 80%. Ini berlaku jika Anda alami 5 kali atau lebih luka bakar matahari di usia 15-20 tahun.
Penelitian di PMC (PubMed Central) tunjukkan sindrom tahi lalat atipikal adalah faktor risiko paling penting untuk melanoma. Orang Asia dan Afrika punya lebih banyak melanin. Namun tetap berisiko jika terpapar UV terus-menerus.
Bagaimana membedakan tahi lalat yang jinak dan ganas secara tepat? Dokter kulit gunakan metode ABCDE. Metode dari Cleveland Clinic ini untuk deteksi melanoma. Mudah diingat. Bisa Anda praktikkan sendiri.
"Tidak setiap tahi lalat berbahaya. Tapi yang berubah jangan diabaikan. Pemeriksaan rutin sangat penting," kata ahli dermatologi.
Tahi lalat jinak simetris. Bayangkan bagi dua. Kedua sisi sama.
Tahi lalat ganas asimetris. Satu sisi tidak cocok dengan sisi lain. Bentuknya tidak beraturan.
Perhatikan tepinya. Tahi lalat jinak punya tepi rata. Jelas. Batasnya tegas.
Tahi lalat ganas berbeda. Tepinya tidak rata. Bergerigi. Kabur. Kadang pigmennya menyebar ke kulit sekitar.
Warna tahi lalat jinak seragam. Satu warna saja. Cokelat muda, tua, atau hitam.
Tahi lalat ganas punya banyak warna. Campuran cokelat, hitam, merah, putih, abu-abu, biru. Warna bervariasi adalah tanda bahaya.
Tahi lalat jinak kecil. Kurang dari 6mm. Sebesar ujung penghapus pensil. Ukurannya stabil.
Tahi lalat ganas lebih besar. Lebih dari 6mm. National Cancer Institute catat 30% melanoma ditemukan saat masih kurang dari 6mm. Jadi ukuran kecil bukan jaminan. Perhatikan jika terus membesar.
Tahi lalat jinak stabil. Tidak berubah bertahun-tahun.
Tahi lalat ganas selalu berubah. Dalam hitungan minggu atau bulan. Perubahannya:
Deteksi dini selamatkan nyawa. Skin Cancer Foundation laporkan tingkat kesembuhan melanoma stadium awal 99% dalam 5 tahun.
"Siapa pun bisa kena kanker kulit. Tidak peduli warna kulit atau usia. Kenali tanda ABCDE melanoma," kata Skin Cancer Foundation.
Angka turun drastis jika terlambat. Hanya 76% jika sudah menyebar ke kelenjar getah bening. Hanya 35% jika ke organ jauh.
Studi di PMC konfirmasi melanoma lokal punya tingkat hidup 5 tahun sebesar 99,4%. Stadium lanjut hanya 35,6%. Ini tunjukkan pentingnya membedakan tahi lalat jinak dan ganas sejak dini.
Tidak semua tahi lalat sama risiko jadi kanker kulit. Berikut jenisnya:
Tahi lalat jinak paling umum. Warna seragam. Bentuk bulat atau oval. Ukuran kecil. Tidak berubah. Risiko jadi melanoma sangat rendah.
Punya ciri tidak biasa. Lebih besar dari biasa. Warna tidak seragam. Bentuk tidak beraturan. Jurnal di PMC tunjukkan ini tingkatkan risiko melanoma. Perlu pemeriksaan lebih sering.
Ada sejak lahir. Sebagian besar tetap jinak. Namun yang sangat besar (lebih dari 20cm) punya risiko 5-10% jadi melanoma. Perlu pantauan khusus.
Ditumbuhi rambut. Kabar baik: bukan tanda kanker kulit. Tahi lalat yang bisa tumbuh rambut tunjukkan folikel rambut normal. Jarang terjadi pada melanoma.
Namun jika berubah sesuai ABCDE, tetap perlu diperiksa.
Segera konsultasi dokter kulit jika temukan:
Dokter periksa dengan dermatoskop. Alat ini lihat detail struktur tahi lalat. Jika perlu, ambil sampel (biopsi).
Penelitian Frontiers in Medicine tunjukkan tingkat kesesuaian diagnosis klinis dengan lab untuk tahi lalat 82,11%. Ini tunjukkan pentingnya pemeriksaan profesional. Jangan tunda.
Beberapa faktor tingkatkan risiko:
Faktor terbesar. UV dari matahari atau tanning bed rusak DNA sel kulit. Bisa buat sel normal jadi kanker. Paparan intens dan berulang sangat berbahaya.
Ada komponen genetik. Jika keluarga dekat punya riwayat kanker kulit, risiko Anda lebih tinggi. MDPI Cancers Journal tunjukkan banyak tahi lalat, tahi lalat atipikal, dan kongenital besar adalah faktor risiko tambahan.
Kulit terang, rambut pirang/merah, mata terang punya risiko lebih tinggi. Punya sedikit melanin. Melanin lindungi dari UV.
Namun bukan berarti kulit gelap aman. Melanoma pada orang Asia dan Afrika sering terlambat terdeteksi. Tingkat kematian justru lebih tinggi.
Risiko naik seiring usia. Sebagian besar kasus pada orang di atas 50 tahun. Karena efek kumulatif paparan UV. Namun bisa juga terjadi pada usia muda.
Anda bisa lindungi diri:
Bagaimana membedakan tahi lalat yang jinak dan ganas sendiri? Periksa tiap 3 bulan:
Meta-analisis Healthbook tunjukkan 29,1% melanoma berkembang dari tahi lalat yang sudah ada. Sisanya 70,9% muncul sebagai pertumbuhan baru.
Menemukan tahi lalat mencurigakan? Dr. Caroline Padang, SpDVE di Aveia Clinic bantu diagnosis dan penanganan. Klinik kami punya:
Pengangkatan tahi lalat pakai bedah minor. Pakai anestesi lokal. Butuh 15-30 menit saja.
Tidak. Sebagian besar jinak selamanya. Namun 20-30% melanoma berkembang dari tahi lalat yang sudah ada. Sisanya 70-80% muncul baru. Penting pantau yang lama dan waspada pertumbuhan baru.
Tidak ada waktu pasti. Bisa minggu atau bulan. Beberapa stabil bertahun-tahun lalu tiba-tiba berubah. Makanya periksa tiap 3 bulan penting. Cara membedakan tahi lalat jinak dan ganas perlu rutin.
Sangat tidak disarankan. Potong, bakar, atau pakai kimia tanpa pengawasan medis berbahaya. Bisa infeksi. Jaringan parut permanen. Paling bahaya: jika ternyata melanoma, pengangkatan tidak sempurna buat sel kanker menyebar. Selalu konsultasi dokter.
Meskipun jarang, bisa. Anak dengan banyak tahi lalat, riwayat keluarga melanoma, atau kulit terang punya risiko lebih tinggi. Orang tua pantau rutin. Ajarkan lindungi dari matahari sejak dini. Aveia Clinic punya layanan dermatologi anak khusus.
Melanoma akral lentiginosa muncul di telapak tangan, kaki, atau bawah kuku. Lebih umum pada kulit gelap. Sering terlambat terdiagnosis karena tidak terlihat. Perlu diawasi pakai ABCDE untuk membedakan tahi lalat jinak dan ganas.
Bintik penuaan atau lentigo adalah bercak datar cokelat. Dari paparan matahari jangka panjang. Selalu datar. Tidak menonjol. Tepi jelas. Warna seragam. Tidak berubah. Namun jika ragu, periksa ke dokter.
Untuk risiko normal, tahunan cukup. Namun jika punya lebih dari 50 tahi lalat, riwayat melanoma pribadi atau keluarga, kulit terang, atau riwayat luka bakar matahari parah, perlu tiap 6 bulan atau lebih sering.
Bagaimana membedakan tahi lalat yang jinak dan ganas bisa selamatkan nyawa. Metode ABCDE berikan panduan sederhana. Periksa sendiri tiap 3 bulan. Melanoma stadium awal punya kesembuhan hingga 99%.
Jika temukan tahi lalat dengan tanda mencurigakan, bentuk asimetris, tepi tidak rata, warna bervariasi, diameter lebih dari 6mm, atau perubahan, segera konsultasi dokter kulit. Jangan tunggu terlambat.
Untuk pemeriksaan dan konsultasi, hubungi dr. Caroline Padang, SpDVE di Aveia Clinic, Jakarta Selatan. Atau booking via WhatsApp. Tim kami bantu dengan pemeriksaan pakai teknologi dermatoskop digital. Kami berikan solusi terbaik untuk kesehatan kulit Anda.